Kader IPPNU : Penjaga Gawang Martabat Perempuan di Era TikTok
*binti musyarofah Era Tiktok menghadirkan paradoks bagi perempuan muda. Di satu sisi, ia membuka ruang kreativitas dan aktualisasi diri. Namun di sisi lain, algoritma media sosial kerap mendorong praktik yang mereduksi perempuan menjadi komoditas visual. Area sensitif tubuh perempuan dieksploitasi demi engagement, seolah harga diri dapat ditukar dengan popularitas. Dalam situasi inilah kader IPPNU hadir sebagai penjaga gawang—benteng terakhir yang menjaga marwah perempuan dan nilai perjuangan NU di ruang digital. Pertahanan kader IPPNU dibangun di atas tiga pilar utama: Knowledge, Science, dan Attitude. Pertama, Knowledge (Pengetahuan). Kader IPPNU dibekali kesadaran ideologis dan nilai keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah. Pengetahuan ini menjadi kompas moral dalam menghadapi budaya digital yang serba bebas. Dengan knowledge, kader IPPNU mampu membedakan antara ekspresi diri dan eksploitasi tubuh, antara kebebasan dan pelecehan yang dibungkus algoritma. Pengetahuan membentuk k...