Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Kader IPPNU : Penjaga Gawang Martabat Perempuan di Era TikTok

Gambar
*binti musyarofah Era Tiktok menghadirkan paradoks bagi perempuan muda. Di satu sisi, ia membuka ruang kreativitas dan aktualisasi diri. Namun di sisi lain, algoritma media sosial kerap mendorong praktik yang mereduksi perempuan menjadi komoditas visual. Area sensitif tubuh perempuan dieksploitasi demi engagement, seolah harga diri dapat ditukar dengan popularitas.  Dalam situasi inilah kader IPPNU hadir sebagai penjaga gawang—benteng terakhir yang menjaga marwah perempuan dan nilai perjuangan NU di ruang digital. Pertahanan kader IPPNU dibangun di atas tiga pilar utama: Knowledge, Science, dan Attitude. Pertama, Knowledge (Pengetahuan).  Kader IPPNU dibekali kesadaran ideologis dan nilai keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah. Pengetahuan ini menjadi kompas moral dalam menghadapi budaya digital yang serba bebas. Dengan knowledge, kader IPPNU mampu membedakan antara ekspresi diri dan eksploitasi tubuh, antara kebebasan dan pelecehan yang dibungkus algoritma. Pengetahuan membentuk k...

Majelis Alumni IPNU–IPPNU : Hadir Sebagai Pilar Support System Inkubator NU

Gambar
 *ibnu tahdam IPNU dan IPPNU bukan sekadar organisasi pelajar, melainkan inkubator kader NU yang menyiapkan generasi penerus jam’iyyah, bangsa, dan peradaban. Dalam proses inkubasi tersebut, keberhasilan kaderisasi tidak hanya ditentukan oleh pengurus aktif, tetapi juga oleh keterlibatan alumni sebagai support system yang berkelanjutan.  Majelis Alumni IPNU–IPPNU memegang posisi strategis sebagai jembatan pengalaman, penopang sumber daya, dan penjaga arah ideologis. 1. Majelis Alumni sebagai Fasilitator Alumni memiliki modal sosial, intelektual, dan struktural yang tidak lagi dimiliki oleh kader aktif. Pengalaman organisasi, akses ke lembaga pendidikan, birokrasi, dunia usaha, hingga jaringan NU struktural menjadikan alumni berperan sebagai fasilitator pengembangan kapasitas kader. Sebagai fasilitator, peran  alumni dapat : - Membuka akses pelatihan, beasiswa, dan magang - Menjadi narasumber kaderisasi, keilmuan, dan kepemimpinan - Menghubungkan IPNU–IPPNU dengan lembaga ...

IPNU dan IPPNU : Inkubator NU Masa Depan

Gambar
opini Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab historis dalam menjaga keberlanjutan nilai, tradisi, dan peran sosial keislaman di tengah perubahan zaman. Dalam konteks inilah, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menempati posisi strategis sebagai inkubator kader NU masa depan. IPNU dan IPPNU bukan sekadar organisasi pelajar, melainkan ruang pembibitan ide, kepemimpinan, dan karakter. Sejak usia dini, kader diperkenalkan pada nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, keislaman yang moderat, toleran, dan berakar pada tradisi. Di sinilah proses ideologisasi NU berlangsung secara alamiah, dialogis, dan berkelanjutan. Sebagai inkubator, IPNU-IPPNU menjalankan fungsi kaderisasi berlapis. Mulai dari pembentukan disiplin organisasi, literasi keilmuan, hingga kepekaan sosial terhadap persoalan umat dan kebangsaan. Kader dilatih berpikir kritis, berorganisasi secara demokratis, dan terbiasa...

JENDERAL BANSER (PERTAMA) : MUHAMMAD ZAINUDIN KAYUBI

Gambar
  muhibbudin_barkot (Ketua GP Ansor Ponorogo) Ponorogo - Muhammad Zainudin Kayubi Lahir di Desa Pengkol, Kecamatan Sumoroto, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada 1 Januari 1926. Ayahnya petani biasa. Kakeknya dari jalur ayah adalah seorang lurah yang disegani di kampungnya. Sementara kakek dari jalur ibu pernah menjabat sebagai wedono.  Waktu kecil beliau termasuk salah satu dari dua anak yang bisa tamat sampai kelas enam Sekolah Ongko Loro Brotonegaran  pada tahun 1941. Tidak semua anak desa bisa mencapai tingkatan itu. Sebab pada jaman penjajahan Belanda pendidikan untuk anak pribumi sangat dibatasi.  Setelah itu Kayubi nyantri di Pesantren Waung, Baron, Nganjuk di pesantren asuhan Kiai Bonondo, pakdenya sendiri. Selama di pesantren, Materi pelajaran kesukaannya di pesantren adalah ilmu nahwu dan ilmu sharaf, dan beberapa ilmu lainnya. Di tahun-tahun terakhir nyantri di pesantren, seperti halnya anak-anak santri di masa itu, Kayubi ingin masuk bergabung ke Barisan ...

Kades Kedungbanteng: Ketahanan Pangan Kunci Kemakmuran Desa

Gambar
  Ponorogo – warta desa maju - Pemerintah Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo terus memperkuat ketahanan pangan desa melalui sektor pertanian. Salah satu upaya nyata dilakukan dengan pengembangan pertanian bawang merah melalui penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) - 25 Desember 2025. Kegiatan bertajuk Ketahanan Pangan Desa Kedungbanteng ini dilaksanakan di Dukuh Kalipucang, Desa Kedungbanteng, dengan luas lahan mencapai 1.400 meter persegi. Program tersebut didanai dari Dana Desa sebesar Rp 31.000.000, dengan komoditas utama bawang merah yang dikelola secara terencana menggunakan pupuk kimia, NPK, dan pupuk organik. Kepala Desa Kedungbanteng, Sony Syaifulloh, menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan bentuk kedaulatan desa dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus mendukung program prioritas nasional. “Ketahanan pangan adalah kunci kemakmuran desa. Melalui penyertaan modal BUMDesa, kegiatan ini menjadi simbol kedaulatan desa atas p...

25 Desember : Simbul Kepahlawanan Banser Riyanto

Gambar
  *Muhibbudin_Barkot   Riyanto (19 Oktober 1975 – 24 Desember 2000 ) merupakan anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama yang gugur karena terkena ledakan bom saat mencoba menyelamatkan Gereja Eben Haezer di Mojokerto dari percobaan peledakan pada malam 24 Desember 2000.   Riyanto menjadi simbul pengabdian di tengah dunia yang semakin gaduh oleh konflik identitas, kekerasan atas nama keyakinan, dan polarisasi sosial, sosok Riyanto, anggota Banser NU, hadir sebagai penanda bahwa kemanusiaan masih memiliki wajah yang teduh. Riyanto bukan tokoh besar dengan jabatan strategis, namun tindakannya telah menjadikannya pahlawan kemanusiaan.   Peristiwa ketika Riyanto   dengan penuh kesadaran menjaga rumah ibadah agama lain di malam Natal adalah simbol keberanian moral yang langka. Ia berdiri bukan untuk membela simbol agama tertentu, melainkan untuk menjaga hak hidup aman dan damai sesama warga bangsa.   Di saat sebagian orang sibuk menega...

PERHITUNGAN UMK PONOROGO 2026

Gambar
  Berdasarkan regulasi ketenagakerjaan terbaru yang berlaku di Indonesia (PP No. 51 Tahun 2023) dan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/937/013/2025 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2026 perhitungan   UMK Ponorogo 2026 sebesar Rp2.549.876 diperoleh menggunakan formula penyesuaian nilai upah minimum dengan mempertimbangkan variabel inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu.  Berikut adalah simulasi cara menghitungnya:  1. Formula Dasar  Rumus yang digunakan untuk menentukan Upah Minimum adalah: UM ( t + 1 ) = UM (t) + [Nilai Penyesuaian × UM (t) ] cap U cap M open paren t plus 1 close paren equals cap U cap M open paren t close paren plus open bracket Nilai Penyesuaian cross cap U cap M open paren t close paren close bracket 𝑈𝑀 ( 𝑡 +1) = 𝑈𝑀 ( 𝑡 ) + [Nilai Penyesuaian × 𝑈𝑀 ( 𝑡 ) ] Dimana Nilai Penyesuaian dihitung dengan: Inflasi + (Pertumbuhan Ekonomi × α) Inflasi plus open paren Pertumbuhan Ekonomi...

Jalan Usaha Tani : Wujud dukungan Pemdes Sraten dukung Pertanian Maju

Gambar
Ponorogo - Pemerintah Desa Sraten, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo merealisasikan pembangunan jalan usaha tani di Dukuh Gading sebagai bagian dari program prioritas APBDesa Tahun Anggaran 2025. Pembangunan ini diharapkan mampu meningkatkan akses pertanian sekaligus mendukung pertumbuhan usaha tani masyarakat desa. Kegiatan pembangunan jalan usaha tani tersebut memiliki volume 320 x 3 meter dengan total anggaran Rp149.572.000 yang bersumber dari Dana Desa. Infrastruktur ini menjadi jalur penting bagi petani dalam mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian serta aktivitas pengolahan lahan. Kepala Desa Sraten, Edi Purnomo, menyampaikan bahwa Dana Desa harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. “Dengan adanya Dana Desa, kami berharap pembangunan ini dapat meningkatkan akses jalur pertanian dan mendorong peningkatan usaha tani melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai,” ujarnya. Sementara itu, Pelaksana Kegiatan Anggaran (PKA), Mujiono, menjelaskan b...
MLOKO JAJAR : RINDUMU ADA DISINI  
Gambar
Masa Depan dari   Pinggir Sawah Ponorogo-24 Desember 2025- Sektor pertanian merupakan tulang punggung ketahanan pangan nasional, namun efisiensinya seringkali terhambat oleh masalah klasik yaitu aksesibilitas. Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) hadir sebagai solusi fundamental yang mentransformasi lahan pertanian dari area terisolasi menjadi kawasan ekonomi yang dinamis. Oleh karena itu salah satu usulan dalam musyawarah adalah menyepakati usulan pembangunan jalan usaha tani dengan tujuan memudahkan akses para petani dalam mengelola lahan pertanian. 1.   Memangkas Biaya Produksi dan Transportasi Masalah utama petani adalah tingginya biaya angkut sarana produksi (pupuk dan bibit) serta hasil panen. Tanpa jalan yang memadai, petani harus memikul beban secara manual atau menggunakan jasa angkut mahal. Dengan adanya jalan usaha tani Kendaraan roda dua maupun roda empat dapat langsung mencapai titik lahan. ...
Gambar
  KEUTAMAAN & AMALAN PADA BULAN RAJAB Berdasarkan surat keputusan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, awal bulan Rajab adalah Malam Senin tanggal 21 Desember 2025 M Di dalam kitab  Kanzun Najah was Surur  karya Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds, beliau menjelaskan: Ketahuilah bahwa bulan Rajab adalah bulan yang utama, dan ibadah di dalamnya memiliki pahala yang besar, khususnya berpuasa, memohon ampun, serta bertaubat dari dosa-dosa.  Pada malam pertama bulan tersebut doa dikabulkan, sehingga dianjurkan untuk berdoa. Rasulullah saw. bersabda: قال رسول الله ﷺ: خَمْسُ لَيَال لا تُردّ فيهنَّ الدَّعْوَةُ: أَوَّلُ لَيْلَة مِنْ رَجَب، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبانَ، وَلَيَلةُ الجُمُعَةِ، لَيْلَةُ الفِطِر، وَلَيْلَةُ النَّحْرِ». ابن عساكر عن أبي أمامة “Ada lima malam yang doa tidak ditolak di dalamnya: malam pertama bulan Rajab, malam pertengahan bulan Sya‘ban, malam Jumat, malam Idulfitri, dan malam Iduladha.”  (HR. Ibnu Asakir dari Abu Um...
Gambar
Banser NU: Sejarah, Kiprah, dan Tugas-tugasnya Ponorogo- 20 Desember 2025, Banser NU adalah akronim dari Barisan Serba Guna NU. Ia merupakan lembaga semi-otonom dari Gerakan Pemuda Ansor, organisasi pemuda NU yang berdiri pada 1930, empat tahun setelah NU didirikan.     Banser adalah barisan pemuda yang dikenal dengan penampilannya, mulai dari pakaian, sepatu, topi, hingga atribut-atribut lainnya, yang mirip dengan pasukan militer.    Sebagaimana namanya, barisan serba guna, Banser menjalankan berbagai fungsi yang biasanya dijalankan oleh polisi, seperti pengaturan lalu lintas atau pengamanan sebuah acara, dan tenaga relawan dalam peristiwa-peristiwa yang membutuhkan bantuan segera seperti dalam sebuah bencana. Menurut catatan dalam Ensiklopedia NU, Banser berdiri pada 1962, atau 32 tahun setelah pendirian GP Ansor.  Tujuan pendiriannya adalah untuk memberikan pengamanan pada kegiatan-kegiatan yang digelar oleh Partai NU. Namun, diyakini bahwa pen...