MWC NU dan GP Ansor Ponorogo Gelar NU Fest 2026, Meriahkan Satu Abad NU dengan Ragam Kegiatan Keumatan
Ponorogo – Dalam rangka memperingati Satu Abad Nahdlatul Ulama (1926–2026), GP Ansor Ponorogo menghadirkan agenda besar bertajuk “NU Fest 2026”, yang akan digelar selama dua hari pada 30–31 Januari 2026 di Panggung Kreatifitas Kabupaten Ponorogo, kawasan barat Stadion Bathoro Katong, Jalan Pramuka.
Ketua GP Ansor Ponorogo, Muhibbudin, menyampaikan bahwa NU Fest 2026 dirancang sebagai ruang kebersamaan warga Nahdliyin sekaligus sarana syiar Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang membumi dan menggembirakan.
“NU Fest ini kami dedikasikan untuk seluruh masyarakat NU Ponorogo. Momentum satu abad NU harus dirayakan dengan kegiatan yang merangkul umat, menguatkan tradisi, serta mendorong kemandirian sosial dan ekonomi,” ujar Muhibbudin.
Kegiatan ini berada di bawah naungan MWC NU Ponorogo yang diketuai Imam Mudzakir, dengan dukungan penuh dari seluruh lembaga dan badan otonom NU Ponorogo, mulai dari Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, GP Ansor, Banser, hingga lembaga-lembaga NU lainnya.
Beragam agenda telah disiapkan dalam NU Fest 2026, di antaranya Bazar UMKM se-Ponorogo, Pentas Hadroh Muslimat dan Fatayat, Pertunjukan Jaranan “Brandal Loka Jaya” oleh PAC GP Ansor Ponorogo, serta Jalan Santai Warga NU yang terbuka gratis untuk masyarakat umum.
Sebagai puncak acara, NU Fest 2026 akan ditutup dengan Mujahadah Kubro dan Tumpengan yang dilaksanakan pada Sabtu malam (31/1/2026) di Masjid MI Ma’arif NU Mayak Ponorogo. Mujahadah ini akan dipimpin langsung oleh masyayikh NU se-Ponorogo, dipimpin Rois Syuriah MWC NU Ponorogo, KH. Muhsin.
Ketua MWC NU Ponorogo, Imam Mudzakir, menegaskan bahwa Mujahadah Kubro menjadi ruh utama NU Fest, sebagai ikhtiar spiritual warga NU dalam menyongsong abad kedua Nahdlatul Ulama.
“NU tidak hanya hadir melalui kegiatan sosial dan budaya, tetapi juga melalui doa, dzikir, dan tirakat bersama. Mujahadah Kubro ini menjadi peneguhan spiritual jam’iyah NU,” jelasnya.
Melalui NU Fest 2026, GP Ansor Ponorogo berharap semangat kebersamaan, kemandirian umat, dan khidmat NU terhadap agama, bangsa, dan negara semakin menguat, seiring langkah NU memasuki abad keduanya.
Komentar
Posting Komentar